Hati yang Terlalu Cepat Pulih

Kereta yang selalu berhenti di tiap stasiun, boleh jadi kereta yang paling banyak dipakai.
Yang paling banyak penumpangnya. Paling banyak ditunggu orang.
Namun kita tau, kalau kereta itu tak pernah lama singgah.
Ia akan berpindah dari stasiun satu, ke stasiun yang lainnya.
Ia sementara. Terus bergerak. Tak pernah setia.

Hati yang terlalu cepat pulih, mengantarkan pada pertanyaan baru.
Perihal kesungguhan dan ketulusan.
Perihal buncah yang menggetarkan.
Atau hanya pelupa ratap.

Hati yang terlalu cepat pindah, membangun dinding berupa terkaan.
Mungkin antara ada dan tiada.
Mungkin sebagai sandaran.
Atau hanya batu loncatan.

Hati yang terlalu cepat pindah, menjelaskan kau begitu pengecut.
Tentang kesendirian dan sakit hati.
Tentang langit biru yang belum kau sentuh.
Tentang mimpi-mimpi yang kandas.
Tentang air mata yang kau sesali.
Tentang hati yang bolong.
Tentang dia yang kau tangisi.
Tentang dia yang kau buat menangis.

Hati yang terlalu cepat pindah,
Kau harus lebih bersabar.
Hubungan kilat pada seorang penanti panjang,
Hanya menyisakan luka yang tak kunjung sembuh.

Hati yang terlalu cepat pulih,
Kau harus memikirkan,
Bahwa tempat pelarian itu
Adalah ruang yang paling menyakitkan…
Bagi dia
Yang sudah se-dasawarsa
Menunggu ketulusanmu dalam gelap

 

-Di Samping Hujan

Advertisements

2 thoughts on “Hati yang Terlalu Cepat Pulih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s