Bantu Aku

OKAY

Kali ini,

Aku akan mengartikanmu,

Seperti danau yang menangkup hujan,

Atau langit yang menampung bintang,

Bahkan hutan yang menanungi akar.

 

Dalam detik yang selaras detak,

Ada luka berkepanjangan,

Ku sadari variasi dalam otakmu.

 

Bila kalimat tak mampu kau tumpahkan,

Pada gelap matamu aku percaya,

Kalau pada tiap aksara,

Selalu ada cerita,

Dan perasaan tulus,

Entah bahagia.. atau sakit..

Dua puluh empat bulan,

Ku hitung-hitung berapa lama,

Kisah-kisah pada dinding gedung sekolah,

Dan candaan pada lampu merah,

Atau doa-doa pada pagi dan petang,

Lengkung senyum dan air mata,

Resah dan melegakan,

Kau paling tahu.

 

Lalu saja, tadi malam ragaku terdampar,

Pada dimensi penuh khayalan

Pahit – getir.

Bila kita tak lagi pada satu cerita.

Kau memilih mundur, dan aku memilih pergi.

Mimpi-mimpi yang tertenun berhenti merajut.

Kata-kata doa jatuh dari angkasa, terbenam menghantam bumi.

Dongeng yang tiba-tiba tamat

Harapan yang berhenti bergerak..

Bagaimana…..

Bagai.. mana…?

 

Sayang, dari kali pertama dulu, saat kau dan aku masih malu-malu dalam pandangan, aku punya cita-cita sederhana. Kau mau tahu? Yaitu aku ingin berhenti menanyakan kabarmu. Berhenti menanyakan isi perutmu. Berhenti menanyakan kau sedang di mana. Berhenti menanyakan apa yang kau suka dan apa yang kau inginkan. Berhenti mengajukan pertanyaan basa-basi yang ku rasa enggan kau jawab, padahal tidak.

Aku ingin berhenti bertanya. Aku ingin mulai memahami, dan tahu sesuatu tentangmu tanpa kau beri tahu. Karena aku yang akan menemanimu dua puluh empat jam penuh setiap hari. Aku yang akan menyediakan makanan favoritmu di tempat yang paling nyaman sedunia; rumah kita. Aku yang akan  menggosok punggungmu bila masuk angin. Aku yang akan menjadi tempatmu bercerita akan rekan kerjamu yang menyebalkan. Aku yang akan menjadi pendampingmu, dalam menyaksikan kebolehan anak kita yang bisa berlari dan menendang bola.

Jadi…?

Bila pada puisiku hari ini aku membayangkan yang tidak-tidak,

….

….

….

….

Bantu aku, dan jangan pergi.

Untuk mencapai tujuan itu.

===

-Di Samping Hujan

Advertisements

2 thoughts on “Bantu Aku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s