Gamang

Kau membuatku takut.

Pada kesekian kali.

Bukan tatap matamu. Pula tindakmu.

Kau membuatku takut.

Hanya karena rangkai kata-kata terpaut.

Di sini.

Di dalam benak berkabut.

Yang seisinya carut marut.

“Aku tempatmu pulang, kan?”

Bisikku ragu tapi lembut.

Pada dedaunan pohon mangga.

Yang ku lupa bahwa kini tumbang tertebang.

Maka sisa-sisanya,

Aku ingin diam saja.

Menahan rendah spekulasi.

Hingga tertekan penuh sesak.

Dan hilang diharap-harap.

“Salahku.”

Aku mengaku.

Pada potongan hati terkecil.

Dan celahnya yang tersempit.

“Jangan lagi..”

Pintaku.

Dibarengi komet seribu lima ratus tahun.

Yang kemarin terbelah dua.

Dan kita saksikan di kala jingga.

Maka kini,

Aku semakin kalut.

“Apa itu?”

Tanyamu gamang.

“Kau pergi. Itu saja.”

===

-Di Samping Hujan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s