Semoga Lekas Terpejam

Semoga lekas terpejam,
Kelopak-kelopak ini tanpa sadar, hingga yang ku lihat bukan lagi nyata. Yang ku lihat adalah ekspektasi dalam maya.

Aku meluruskan tubuh,
Badanku lemas tak berenergi. Beda dengan tempo kemarin-kemarin, yang nyata sebelas dua belas dengan mimpi.

Semoga lekas terpejam,
Hingga masalah dunia benar terlupa. Walau sejenak. Walau sekejap. Paling tidak lupa. Paling tidak berhenti. Tak selalu berputar, dan berlari.

Aku merubah posisi,
Mencari-cari celah agar cepat bermimpi.
Mungkin aku hanya lelah. Mungkin aku butuh nafas.

Semoga lekas terpejam.
Dan esok jadi pilihan.
Antara kembali dan tinggal.

===

08052016
-Di Samping Hujan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s