Kalimat Mujarab

Mungkin isi kepala kita memang kerap tak jauh berbeda.
Aku dengan segala spekulasiku, dan Kamu dengan mimpi-mimpi itu.

Ketika untaian kata dalam benakmu mulai menggenggam erat satu sama lain, ketika mereka semua menduga-duga kemungkinan yang paling buruk akan terjadi, ketika mau tak mau kata penyanjung dan pengharapan padaNya lebih kau giati.

Boleh jadi sebenarnya, sesuatu dalam dirikupun serupa.

Ombak berdebur di dalam hati, lantaran sanggupkah rela bila ia datang, atau seluruh rasa egois yang memenangkan.
Kalimat yang saling bersengketa, memutuskan siapa yang akan bertahta dan berkuasa untuk jangka lama.
Iya.. antara: Ketika Kamu lelah, katakanlah. Atau Janganlah Kamu pernah lelah.

Kadang-kadang bahkan, untuk dipikirkan saja tak mampu.
Tentang mimpi-mimpi bersamamu, dan doa-doa yang aku harap sampai ke langit.
Membuat murung, membuat pundung.

Namun kini aku memiliki kalimat mujarab.

Pemusnah sengketa, pendamai dua kalimat yang tadi ku sebut-sebut berteriak dalam kepala..

I never know what the future brings, but I know you’re here with me now.

Untuk sejenak,
Yang terbaik kini adalah,
Aku bersyukur akan hal itu.

===

Aku Juga Masih Di Sini,
-Di Samping Hujan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s