Seperti Petang

Semasaku hidup, langkah seperti menggantung tiada pijak
Hilang destinasi berbekas jejak
Arah sembarang menarik jarak
Membuat lupa dimanakah kaki ini pernah berdiri tegak
Jalan-jalan panjang tidak berirama
Lampu kuningnya meredup layak asa
Puing-puing bangunan runtuh tak bersisa
Kecuali bayang-bayang nelangsa
Kemudian datang sepasang sayap
Memberi naungan tempat si aku hinggap
Menyerap air mata, membendung nestapa, mencarikan lagu-lagu semangat, membuat terbuka mata yang terkatup melihat harap.
Sayap itu bercerita, tentang kisah dua dunia
Menyalakan lampu teplok, dalam lorong gulita
Tersenyum padaku, lalu mengambil jalan pertama
Tunggu aku, aku bangun dulu!
Rintihku serak, sambil menatap nanar
Maka dengan sabar,
Lengan terbentang lebar,
Hati terbuka lapang,
Ia kembali seperti petang
Menuntunku hingga menemukan destinasi
Membuatku sanggup lagi bermimpi
Hingga kini,
Bulan ketujuh kita saling memahami

===

Teruntuk, Mashfuufah Warham: Terima Kasih
-Di Samping Hujan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s