Sandaran Hati

Aku tau

Kalau masa indah yang pernah dirasa akan imbang dengan masa sulit. Bagai sebuah musim pada wilayah sub tropis, takkan pernah satu di antara mereka berkuasa menghujam bumi sepanjang tahun. Kini musim semi, esok terik berkepanjangan. Daun dan bunga-bunga kemudian gugur, hingga mengering dan membeku tertetutup benda seperti es serut. Selalu seperti itu. Memang kadang ada yang melebihi porsi, suka lupa kalau ia menduduki bumi lebih lama dari musim yang lain. Namun pasti. Pasti berganti.

Aku tau

Manusia hanyalah sesosok makhluk lemah namun berakal. Lemah namun berperasa. Bukan apa-apa. Dan hal yang wajar jika suatu kali mereka galau tak karuan. Memikirkan sesuatu hingga tak nafsu makan. Memecahkan masalah hingga nyaris hilang akal. Terkecuali jika ia percaya bahwa akan ada Yang Maha Memulihkan, dan sabar bahwa waktu akan mengobati dalam jangka panjang. Begitulah manusia. Begitulah aku. Begitulah kita.

Aku tau

Namun hanya sekedar tau.

Memahami dengan dalam aku tak mampu. Atau bahkan keluh kesah masih kerap berkunjung menemaniku.

Namun aku tidak ingin terus seperti itu.

Jika semula aku hanya sebatas tau, maka aku kini akan belajar untuk memahami. Hingga aku bisa lebih kuat dari orang-orang yang belum tau atau mengerti.

Jika satu-satunya tempat mu bersujud hanyalah Allah, maka aku ingin menjadi satu-satunya tempatmu untuk bersandar hati.

===

Teruntuk Kamu
-Di Samping Hujan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s