Si Patah Hati

Pada bawah langit mendung nan tebal, tangan ini mencengkram. Menyaksikan lalu lalang orang-orang. Sesekali menatap mereka, namun nanar.
Pada jalan-jalan yang panjang, kaki ini gemetar. Menyusurinya tanpa pelita. Lampu kuning ada namun tak terlihat. Gelap atau temaram.
Pada lagu-lagu patah hati, telinga ini terbiasa. Lirik-lirik yang berhamburan. Nada-nada yang membuka luka. Konspirasi mereka terlalu sempurna.
Pada kisah-kisah galau gundah, mata ini membaca. Plot-plot yang mengalir. Kerangka demi kerangka. Membuat derai pada mata, ingat nasib serupa.

Patah hati terlalu membawa larut pemerannya.
Patah hati terlalu bersemangat dalam bekerja.
Patah hati tanpa alasan yang bisa dilalap logika.
Patah hati yang memiliki spekulasi bodoh, hingga lupa pada-Nya.

Apa katamu?
Oh, ya benar.

Si Patah Hati memang gila.

===

Satu Menit Sebelum Pulang
-Di Samping Hujan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s