Siapa

Dear seseorang yang di sana,
Ketahuilah kalau semenjak mengenalmu, enyah pula alasanku untuk bermain-main.

Kamu menjajakan langkahmu pada anak tangga dengan terburu-buru, melewatinya dua-dua sekaligus. Seketika aku yang sedang bersandar pada tiang lantai atas mengerjap, tak percaya kalau Kamu benar datang sekalipun pada awalnya Kamu mengaku tidak bisa. Mungkin mulai pada saat itu titik mula sebuah dongeng pengantar tidur diciptakan. Dengan peri berharpa, atau malaikat bersayap sebagai pengiringnya. Aku cengengesan, dengan dua pipi yang serasa habis di panggang. Dalam hati aku begitu bertanya-tanya, namun sikapku menyangkal habis-habisan. Sesampainya Kamu pada lantai yang sama denganku, dia menggoda. Dia menceritakan dongeng itu pada dunia. Tentang kisahmu yang tak bisa datang, namun nekat memaksa. Dia menggoda kita. Dan dia bilang, alasanmu itu aku. Satu-satunya alibimu memaksakan hadir di sana. Aku buru-buru mengucap terima kasih atas jasamu kala pradongeng. Kisah sebelum musim semi datang pada hati, sekalipun pada kenyataannya itu masih bulan November. Wajahmu merah padam seperti langit jingga kala petang. Beberapa kata sangkalan dapatku dengar. Kamu menunduk, dan tersenyum kikuk.

Entah mengapa, tapi aku suka sekali momen itu.

Mungkin hati ini sedikit lelah akan patah hati. Tiap sesuatu yang terlihat menyenangkan, akan ku terima dengan baik namun tak pernah ku berniat untuk menaruh harap.

Bagaimana jika pada akhirnya ia meninggalkanku kelak?

Aku memang pengecut dan siapapun boleh menghardikku akan hal itu. Aku lelah untuk bermain dan dipermainkan. Usiaku semakin bertambah dan bukan porsiku lagi untuk asal memilih atau menerima. Beberapa cerita sahabat baikku selalu begitu kental akan persuasif, agar aku menunggu saja.

Namun, siapa yang harus aku tunggu?

Jika mereka telah memiliki objek paling baik menurut mereka untuk ditunggu, maka aku harus menunggu apa? Mereka memiliki level berbeda. Kisah mereka kini bukanlah dongeng, namun ada pada jembatan antara khayal dan nyata. Mereka orang-orang setia, yang benar-benar jatuh cinta. Sabar akan penantiannya, bulat akan tekadnya.

Lalu sekali lagi, aku menunggu siapa, sementara aku belum benar merasakan apa itu jatuh cinta?

Mungkin jodoh memanglah hal yang paling rahasia, namun serta merta, alam seperti menjawab pertanyaanku, dengan mempertemukan kita dalam kondisi bukan atas faktor sengaja. Awalnya aku pun tak mengindahkan. Aku pikir kita bukanlah apa-apa, selain dua makhluk hidup yang selalu butuh bantuan. Bahu membahu akan sebuah kesulitan dalam bagaimana caranya agar tetap bisa bertahan hidup dengan aman.

Namun entah darimana, kisah-kisah itu dibuka begitu saja. Entah siapa, dongeng itu pengarangnya. Aku hanya tau titik mulanya, sebagaimana tadi aku ceritakan. Namun mengapa bisa rasa ini ada, sungguh aku buta.

Hanya kini yang aku pahami, lama kelamaan aku menaruh harap.

Aku benar-benar menaruh harap.

Meskipun sedikit sekali, ini harapan asli. Yang akan tumbuh bila Kamu pupuk, dan akan mati bila Kamu telantari.

Apa benar aku jatuh hati?

Aku belum menemukan jawabannya. Aku belum begitu berani mendeklarasinya. Aku takut salah. Aku takut suatu saat kita bosan dan berakhir seperti hubungan murah lainnya. Karena jika begitu, tak pantas jika disebut dengan cinta. Itu hanya rasa kagum dan menyenangkan yang sementara. Aku tak mau seperti itu. Aku tak ingin mengulang sesuatu yang sama.

Lagi pula, haruskah ku ulang? Kalau begitu mengenalmu, tak ada alasan lagi untuk aku bermain-main?

Satu hal kini yang in sha Allah nyata, aku bisa mengatakan pada sahabatku, atau bahkan pada seisi jagat raya, kalau aku juga memiliki objek yang ditunggu.
Iya, aku menunggu. Bukan memaksa untuk masuk dalam hidupmu.

Mudah-mudahan pertemuan kita, sama sekali tak merusak imanmu dan imanku.

===

Aku Ngomong Apaan Sih?
Di Samping Hujan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s