Saat Kita Kecewa

Sebuah pesan renungan tiap Jumat sampai ke emailku. Dan entah mengapa untuk renungan kali ini, aku sangat ingin membaginya pada kalian semua. Siapapun, bacalah ini. Barangkali menolongmu untuk lebih memahami segala-galanya yang telah kita pikir bahwa tak ada jawabnya. Begitupun aku.

Siapapun yang membuatnya, terima kasih. Mohon maaf tak bisa mencantumkan nama, karena begitupun pesan itu masuk tanpa identitas.

Berikut aku forward, tanpa sedikitpun perubahan.

===

Semoga bermanfaat bagi diri saya dan saudara-saudaraku sekalian. Amin.
Mohon maaf jika kurang berkenan atas salah atau khilaf
Tidaklah lebih baik dari yang menulis ataupun yang membaca, karena yang lebih baik di sisi Allah adalah yang mengamalkannya.

Saat Kita Kecewa…

Setiap orang pasti pernah merasakanya.
Namun, kebanyakan dari kita selalu dan selalu merasa sedih, kesal dan tidak menerima atas apa yang menimpa diri kita.
Tak jarang pula, kita yang tidak lagi bisa menggunakan iman, logika, dan kesantunan.
Dalam sekejab, semua hilang atas nama rasa sakit.

Saudaraku yang dirahmati Allah,…

Renungkanlah bahwa ini adalah dunia, yang tidak akan mungkin ada sesuatu yang sempurna di dalamnya.
Pun demikian dengan sebuah kesempurnaan dari ego dan permintaan kita.
Pastilah tidak akan mungkin semuanya tercapai dan terealisasi seluruhnya.

Dan atau mungkin rasa kecewa itu datangnya dari kesalahan yang kita pilih dalam meletakkan harapan yang terlalu banyak kepada makhluk.
Padahal dengan begitu, ada hal lain yang seharusnya menjadi keharusan bagi kita untuk mempersiapkannya, yaitu kekecewaan.

Betapa tidak, ibarat menyandarkan diri pada sebuah bayangan tembok, yang ada adalah jatuh dan terjungkalnya kita, karena bayangan adalah sesuatu yang semu.
Satu pertanyaan yang kemudian muncul, kita posisikan Allah di mana?

Mungkin hari ini kita telah menyebut asma-Nya yang amat Agung, namun mengapa kita lupa akan kekuasaanNya?
Tidak seharusnya kuasa Allah kita nafikan, karena Dia-lah yang menciptakan kita.

Dia pasti lebih paham dengan apa yang telah diciptakan-Nya Allah pasti punya rencana lain yang jauh lebih baik dibandingkan keinginan dan harapan-harapan kita.

Dan bahwa menjadi seorang muslim adalah sebuah anugrah, yaitu ketika kita di berikan rahmat, kita bersyukur, dan ketika kita di uji kita di ajarkan untuk bersabar.
Kedua hal itu semuanya adalah bermuara pada sebuah kemuliaan.

Dan bahwa Allah tidak akan menguji kita, di luar kemampuan kita. Itulah firman Allah yang tertulis dalam Al Quran yang mulia.

Maka jika kita memang yakin dengan kekuasaan Allah, marilah dengan penuh kemaafan dan kemakluman, kita belajar mengobati luka kecewa itu, dan mendoakan.

Semoga hal yang menjadikan kita kecewa, di lain hari bisa memuliakan kita, sebagai imbalan dari pikiran positif kita terhadap Allah.

Kecewa memang kadang menghadirkan kekosongan dalam jiwa kita. Dan proses pengosongan memanglah sangat menyakitkan.
Tetapi, bukankah tanpa pengosongan tidak akan ada pengisian?

Kita kecewa bukan berarti Allah tidak sayang, akan tetapi pada hakikatnya Allah sudah menyiapkan ganti yang lebih berharga dibanding keinginan yang kita idam-idamkan dan tidak terwujud.
Dan satu-satunya yang harus kita lakukan, adalah percaya.

Semoga kita termasuk pemilik hati dan laku yang selalu mengedepankan tentang berprasangka baik kepada Allah, yang maha menata takdir kita, dengan sedemikian cantik.
Insya Allah.

Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan(yang sebenar-benarnya).
Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. (QS. Al Anbiyaa :35)

===

Semoga Mengatasi Kecewa dan Galaumu
Di Samping Hujan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s