Lelaki di Ujung Senja

Dahulu, aku sempat membayangkan lelaki di ujung senja. Aku tak tau pasti siapa, hanya saja dalam bayanganku sosok itu berdiri tegak menghadap depan, mendongak menantang matahari di kala petang. Tak kelihatan wajahnya, bentuknya, atau apapun. Hanya silhuetenya yang tertangkap. Memberi sosok jagoan dalam kehidupan. Memberi kesan sosok pahlawan.

Lelaki di ujung senja.

Mungkin sekarang aku menemukannya.

Ketika dulu hanya gambaran dan andai-andai, kini ia aku temukan, duduk sendiri di keramaian. Tak ada yang sadar bahwa dia begitu bersinar. Tak ada yang paham kalau ialah laki-laki di ujung senja, yang kerap menjadi panutan. Ketika mereka menganggap dia sebagai sosok biasa, aku melihatnya sebagai lelaki yang berdiri tegak menghadap senja.

Tak sekedar menemukannya, aku dititah untuk jatuh cinta.

Semakin aku mengenalnya, semakin aku tertarik hingga terus mengekor padanya. Hal-hal kecil yang aneh darinya selalu mengandung zat aditif, hingga membuatku ingin tau lebih dan lebih lagi. Ia curang, curang sekali. Karena berkali aku mencari tau tentangnya, ketika aku menemukan jawab, maka berkali pula aku jatuh cinta padanya.

Dan ketika jatuh cinta itu ada, rasa takut perlahan menelusup dalam kepala.

Bagaimana jika suatu saat lelaki di ujung senja itu, menemukan sesuatu yang bukan aku namun benar baik untuknya? Bagaimana jika suatu hari lelaki di ujung senja itu, hilang begitu saja dimakan matahari terbenam warna jingga? Bagaimana kalau lelaki di ujung senja itu, ku temukan untuk mempermudah seorang lain memilikinya?

Lelaki di ujung senja,
Menurutmu, bagaimana?
Segala spekulasi bodoh dan rasa takutku, apakah jadi nyata?

Jauh aku harap tidak. Tidak sama sekali.
Aku masih ingin memandangmu dari kejauhan, menantang matahari tenggelam secara tunggal. Aku masih ingin mengekormu, menemukan hal kecil yang membuatku ketagihan.

Aku masih ingin, dan terus ingin memanggilmu dengan sebutan lelaki di ujung senja, sekalipun Kamu penyuka abu dan bukan warna jingga.
Hela napasku, sambil memejamkan mata.
Semoga jadi nyata.

===

Rindu Itu Menyiksa, Ya?
Di Samping Hujan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s