Momen

Dalam sebuah ruang tanpa koma, momen-momen dirikku berserakan bagai puing-puing seusai ledakkan. Jalanan jadi berantakan. Kondisi jadi carut marut. Aku jadi gusar memperhatikannya. Harus rapi-rapi. Namun pula jadi dilema; mana yang ku buang atau ku simpan?

Jauh dari itu, dalam bungkam akan ku cari tahu. Mana momen yang membantu, atau yang hanya bikin sembilu. Itu pilihan, atau kejutan? Mataku menyapu ruang. Sepertiga dari mereka bercorak, menyilaukan mata sampai terasa ke ulu hati. Sepertiga dari mereka berwarna gelap, suram hingga menyakitkan dada ke lambung. Sisanya hanya tergeletak tanpa nama. Berwarna abu nyaris jadi debu. Mungkin itu momen ketika ku tak tahu; harus bahagia atau sengsara.

Advertisements

Terjemahan Indonesia: 7/8 – Kagamine Rin

Lagu ini sebenarnya sudah lama saya temukan di youtube, dari channel Kyaami.
Intronya, lagu ini memiliki irama yang terkesan ‘ngaco’ dan ‘berantakan’.
Saya juga tidak mengerti maksud irama intronya.
Namun ketika Kagamine Rin V3 mulai bersuara, seketika perasaan hampa yang saya dapat.

ssad

Yang mengeliang di kepala saya cuma kalimat “Ato sukoshi dake, te wo nobashitara.“. Jadilah belakangan, saya play terus lagunya.

Nah, barusan, saya coba mencari lirik dan saya coba terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Terjemahan Indonesia: From Y to Y – Hatsune Miku

Lagu favorit saya dari dulu, jauh sebelum saya menemukan Alternate!

Silakan~

===

背中を向けて君は歩き出した
Senaka wo mukete kimi wa arukidashita
Kau berbalik dan melangkah pergi

交わす言葉も無いまま
Kawasu kotoba mo nai mama
Tanpa satu katapun yang mengubah keputusanmu

揺れる心の中 子供のように叫んだ
Yureru kokoro no naka kodomo no youni sakenda
Di dalam hati yang menggigil, aku berteriak seperti anak kecil..

行かないで 行かないで ねえ…
“Ikanaide ikanaide nee…”
“Jangan pergi.. jangan pergi..”

背中を向けて僕は歩き出した
Senaka wo mukete boku wa arukidashita
Aku berbalik, dan melangkah pergi

涙落ちる前に行かなきゃ
Namida ochiru mae ni ikanakya
Aku harus beranjak, sebelum air mataku jatuh

幸せすぎるのは嫌いだと偽った
Shiawase sugiru no wa kirai da to itsuwatta
Sambil berpura-pura benci menjadi terlalu bahagia

Catatan Bulan Juni: Day 2

Day 2

Sudah sahur, sudah sholat subuh juga. Habis itu? Tidur lagi haha. (Soalnya masih jam setengah 3 pagi, lumayan kan istirahat lagi haha)

Hari kedua, kami berencana untuk berangkat ke Hanno, tempat mother company berada. Tapi sebelum ke sana, kami sepakat untuk keliling Tokyo sebentar. Jadi sekitar jam 8 pagi, kami langsung menuju stasiun Shinjuku, untuk naik KRL (di Jepang, namanya Futsuu / Kakutei) dengan barang bawaan masih di hotel semua.

(Tanpa Judul) 

Ada yang harus kamu ingat ketika kamu menerimaku menjadi salah satu bagian hidupmu.

Yaitu: kamu harus rela ku ganggu seumur hidup.

Tapi kelak ketika kamu sudah tidak menerimaku lagi, 

Aku akan mundur teratur. Dan mengucapkan salam perpisahan terbaik.

Seperti: semoga terus bahagia, di mana pun kamu berada.

==== 

-Di Samping Hujan 

Catatan Bulan Juni: Day 1

Saya akan memperingatkan bahwa akan ada sedikit banyak bahasa yang informal. Semata-mata biar saya mudah menyampaikan dan anda mudah menangkapnya. Biar saja, ya?

Nah, sebelumnya saya juga akan memberitahukan alasan saya ke sana.

Jadi, perusahaan Jepang sangat akrab dengan istilah kaizen. Kaizen itu semacam kegiatan improvement atau inovasi. (Contoh singkat, kegiatan yang dilakukan untuk memendekkan waktu proses, mengurangi tenaga kerja di suatu proses, menghemat biaya dari suatu proses, dll) Kebetulan selama ini saya bekerja dan bergelut dengan hal tersebut. (Tapi saya hanya sebatas administrasi, bukan ahli dalam ilmu teknik industri, ya..)

3 bulan sekali perusahaan saya mengadakan lomba akan kegiatan tersebut. Nah, yang menjadi juara satu akan di-voting untuk pergi ke Jepang (di sana terletak mother company dari perusahaan) untuk memperlihatkan kegiatan inovasi (kaizen) dari berbagai negara. Terpilihlah dua orang dari departemen teknikal. Dan beruntungnya, selama empat tahun bekerja saya diberi kesempatan kali ini untuk ikut belajar dan mengetahui suasana serta kegiatan kaizen di Jepang. Alhamdulillah.

Maka pada tanggal 4 Juni 2018 lalu, total 4 orang yang terdiri dari Head Kaizen (Manajer saya), Mas Deni (orang teknikal yang membuat kaizen), Mba Titik (administrasi dari departemen teknikal), dan saya sebagai administrasi kaizen, pergi sebagai perwakilan dari Indonesia untuk memperlihatkan kegiatan kaizen dan belajar langsung di sana.

Baik, selanjutnya mari kita mulai perjalanannya.

(( Day 1 ))

Catatan Bulan Juni: Prolog 2

Apa yang saya lakukan ketika lulus?

Tidak ada.

Pasca kelulusan, semua murid jadi memiliki gelar yang sama, alias pengangguran termasuk saya. Waktu itu bulan Mei. Kegiatan sekolah sudah berakhir bagi kelas dua belas. Ijazah belum keluar. Teman-teman yang akan kuliah sedang sibuk menyiapkan berkas mereka. Sementara saya menjadi asosial yang mengurung diri di kamar.

Sebenarnya tidak begitu suram.

Saya menyempatkan diri untuk ikut beberapa kegiatan job fair, menulis berkas lamaran bermodalkan surat kelulusan saja, dan melamar menjadi guru di sebuah tempat kursus.

Catatan Bulan Juni: Prolog

Sebelum Anda mulai membaca catatan perjalanan ini, sebagai prolog, saya ingatkan bahwa tulisan ini akan mengandung sedikit-banyak keluh kesah dan curahan hati pribadi saya. Dari mulai saya bisa mendapatkan berbagai motivasi itu, kehilangan, lalu mendapatkannya kembali.

Kedengaran begitu hiperbola. Tapi kalau dipikir memang itulah yang terjadi.

Karena, bagaimanapun, perjalanan ini merupakan salah satu peristiwa terbesar yang pernah terjadi di kehidupan sederhana saya; perempuan yang biasa-biasa saja.

Tulisan ini juga akan panjang, dan mungkin akan terus bersambung sampai beberapa part ke depan. Mengingat aslinya saya begitu gemar bercerita tentang apapun. Saya akan menceritakan semua yang saya ingat, hari demi hari, waktu demi waktu, kejadian demi kejadian yang saya alami ketika saya menginjakkan kaki di negri orang.

Sekali lagi, terdengar biasa saja.

Tapi, mari, kita mulai.

===

Saya adalah..